Putussibau, 5 Oktober 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) memberangkatkan 6 anggota dan 3 pamong Saka Wana Bakti Cabang Kapuas Hulu dalam rangka penyelenggaraan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan), Tingkat Nasional Regional Kalimantan Tahun 2018. Kegiatan ini akan berlangsung selama 5 hari dari tanggal 9 s/d 13 Oktober 2018, di Bumi Perkemahan Pantai Lamaru – Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Semujan, 22 Juli 2023 – Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bekerjasama dengan Fakultasi Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan pengambilan sampel spesimen biologis bagian satwa dari 3 individu Lutung Sentarum (Presbytis chrysomelas ssp.cruciger) di Kaki Bukit Semujan, kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Kegiatan yang merupakan bagian dari Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung Sentarum di TNDS ini adalah untuk memastikan karakteristik DNA dari Lutung Sentarum dengan mengambil sampel spesimen biologis bagian satwa berupa darah, rambut dan kuku. Satwa yang menjadi sampel kegiatan ini terdiri dari 1 individu berjenis kelamin Jantan dan 2 individu berjenis kelamin Betina yang ditangkap menggunakan perangkap tradisional sehingga tidak membahayakan satwa tersebut.
Tim pengambilan sampel ini terdiri dari Tim Balai Besar Tana Bentarum, Tim Peneliti IPB, Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan Yogyakarta (BBPSIK Yogyakarta), BKSDA Kalimantan Barat, Sintang Orangutan Center (SOC), perangkat desa serta masyarakat setempat dengan total personil yang ikut 20 Orang. Pelaksanaan pengambilan sampel dilakukan di kaki Bukit Semujan, wilayah kerja Resort Lupak Mawang, Seksi PTN Wilayah V Selimbau, BPTN Wilayah III Lanjak selama 2 (dua) hari mulai dari tanggal 21 s.d 22 Juli 2023. Satwa yang akan diambil sampel sebelumnya dilakukan pembiusan terlebih dahulu, baru kemudiaan dilakukan pengambilan data morfometri (berat badan, panjang badan, panjang ekor, lingkar dada), pengambilan sampel darah, bulu/rambut dan kuku serta pengambilan foto gigi untuk mengetahui umur satwa. Total sampel yang diambil sebanyak 18 sampel yang akan dibagi 2, dimana setiap bagian dikirim ke Laboratorium Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan Yogyakarta dan Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB. Setelah seluruh rangkaian pengambilan sampel terkumpul, Lutung Sentarum langsung dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
Dr. Ir. Nyoto Santoso, MS selaku Kepala Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata-Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB berharap dengan pengambilan sampel ini bisa mendapatkan data utuh terhadap bioekologi termasuk genetiknya, sehingga data informasi tersebut bisa digunakan oleh pengelola maupun oleh para peneliti Indonesia karena Lutung Sentarum ini merupakan kekayaan sumber daya hayati yang ada di Indonesia. Selanjutnya perwakilan dari TaNa Bentarum yang ikut dalam kegiatan ini, Syarif M. Ridwan menyampaikan bahwa TaNa Bentarum sangat mendukung terhadap Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung Sentarum di TNDS. Harapannya keberadaan spesies yang merupakan temuan baru di TNDS ini dapat menjadi satwa prioritas nasional serta didorong menjadi satwa yang dilindungi undang-undang untuk menjaga kelestariannya”.
Secara terpisah Kepala Balai Besar TNBKDS. Wahju Rudianto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konservasi jenis dan genetik satwa liar di kawasan TN Danau Sentarum. Kedepan kegiatan ini menjadi langkah awal bagi BBTNBKDS untuk menyusun grand design bagi penelitian lutung sentarum dalam skala yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Putussibau, 24 September 2018. Saka Wanabakti Kapuas Hulu binaan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun (Tana Bentarum) dan stakeholders memberikan contoh kepada masyarakat Kota Putussibau dan sekitarnya untuk peduli sampah. Hal ini didukung penuh oleh sekitar 214 peserta aksi dari Tana Bentarum, Ketua Mabi Saka, Ketua/Pamong/ Anggota Saka Wanabakti Kapuas Hulu, Saka Bhayangkara Kapuas Hulu, Saka Kalpataru, Saka Bhakti Husada, Kwarcab Putussibau, Kwarran Putussibau Selatan, Tim Reaksi Cepat Kapuas Hulu, SMAN 1 Putussibau, SMAN 2 Putussibau, SMA Muhammadiyah Putussibau, MAN 1 KH, SMK 1 Putussibau, SMK 2 Putussibau, SMA Kristen Setia, SMA Karya Budi dan Tagana Kapuas Hulu membersihkan sampah yang berserakan di Terminal Bus Putussibau, Pasar Merdeka, Pasar Pagi dan Taman Alun, Terminal Aliran Sungai Kapuas Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (23/9). Menurut Ketua Saka Wanabakti Cabang Kapuas Hulu, Ardi Andono, gerakan peduli sampah ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara dalam rangka World Clean Up Day Tahun 2018 yang telah dimulai dari Jumat (21/9).
Sadap. 24 September 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TanaBentarum) berkomitmen khususnya Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) I Mataso dalam membina kelompok di kawasan penyangga Sub DAS Embaloh, gelar Giat Penyuluhan Keamanan Pangan kepada Kelompok Rimba Sadap yang merupakan kelompok binaan dengan pengembangan pemanfaatan Biogas untuk peningkatan perekonomian mereka. Dalam upaya tersebut dibutuhkan legalitas bagi produk yang akan diperdagangkan diantaranya rekomendasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten.
Danau Sentarum Cruise adalah salah satu event tahunan yang ikut serta memeriahkan Festival Danau Sentarum. Danau Sentarum cruise juga identik dengan Perahu Bandong. Perahu Bandong ini didesain dengan ornamen suku Dayak pada bagian bawah dan suku Melayu pada bagian atas.
Putussibau, 15 September 2018. Tim survei sanctuary Orangutan yang dipimpin oleh Alexander Melat petugas Pengendali Ekosistem TaNa Bentarum mengalami musibah kecelakaan pada saat melaksanakan tugas. Menurut informasidihimpun dari berbagai sumber menyebutkan pada saat tim telah selesai melaksanakan Survei Sanctuari Orangutan di Bukit Semujan Taman Nasional Danau Sentarum, pada saat perjalanan ke Lanjak menggunakan perahu mengalami kecelakaan. Perahu yang mengangkut 1 orang personil dan 1 orang motoris karam karena gelombang tinggi, pada saat karam perahu mengangkut sepeda motor (Kawasaki KLX)sebanyak 3 unit yang digunakan untuk survey.
Tim Surevi Sanctuary Orangutan yang dipimpin oleh Saudara Alexander Melat berangggotakan 4 orang personil melakukan survei lokasi pembangunan sanctuary Orangutan di Bukit Semujan kawasan Taman Nasional Danau Sentarum pada Minggu 9 September 2018. Tim berangkat menggunakan 3 unit sepeda motor (Kawasaki KLX) dikarenakan kondisi danau yang kering dan tidak dimungkinkan menggunakan perahu. Sepeda Motor yang digunakan untuk mencapai Kantor Resort Semangit, dan kemudian menuju Bukit Semujan. Kantor resort semangit yang merupakan lokasi terdekat dengan bukit semujan menjadi home base tim.
Putussibau, 13 September 2018. Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) berupaya menyiapkan SDM pengelola salah satunya dengan melalui kegiatan In-House Training Pengelolaan Konservasi Keanekaragaman Hayati yang dilaksanakan di Putussibau pada tanggal 13 – 14 September 2018. Kegiatan ini diikuti oleh ASN Balai Besar TaNa Bentarum dan Forclime-FC sebanyak 30 orang.
Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, dalam hal ini diwakili oleh Gunawan Budi Hartono, Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menyiapkan ASN TaNa Bentarum dan Forclime-FC guna mencapai Sasaran Kinerja dan IKK yang menjadi tanggungjawab Balai Besar Tana Bentarum.
Dalam rangka memeriahkan acara FDS (festival Danau Sentarum) 2018 di Putusibau Kabupaten Kapuas Hulu terdapat beberapa agenda acara yang dapat anda saksikan dan ikuti bersama pada acara tersebut antara lain
Gelaran Festival Danau Sentarum 25-28 Oktober 2018
Mendengar “Danau Sentarum” rasanya sudah tak asing lagi. Sebuah Kawasan Wetland di jantung Kalimantan yang sudah tersohor di dunia Internasional. Ditambah lagi, pada 25 Juli kemarin Resmi ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar Biosfer berdampingan dengan Taman Nasional Betung Kerihun. Berada di Kabupaten Konservasi Danau Sentarum Memiliki keragaman dan keunikan budaya serta kearifan lokal yang terjaga sampai sekarang dan memiliki keindahan panorama alam yang sangat mempesona disamping keunikan dan spesies endemik yang terdapat di Taman Nasional Danau Sentarum.
Pontianak, 16 Mei 2018. Proyek Forest Investment Program (FIP) 1 di Kalimantan Barat memasuki babak baru. Proyek ini berinvestasi pada kegiatan – kegiatan REDD+ berbasis masyarakat, guna memperlancar kinerja proyek ini di tingkat tapak, Direktorat Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat bersama ADB melakukan kegiatan rapat koordinasi FIP 1 di Hotel Mercure Pontianak bertajuk “Kick off Meeting” (Community Focused Investment to Address Deforestation and Forest Degradation Forest Investments Program (FIP) 1. Acara ini dihadiri oleh beberapa Instansi baik pusat maupun daerah, termasuk Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BB TaNa Bentarum) yang merupakan salah satu lokasi kegiatan proyek FIP 1.
Putussibau, 14 Mei 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) kembali melaksanakan pertemuan bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) sekaligus kelompok nelayan Desa Pulau Majang pada akhir pekan lalu (12-13 Mei 2018). Rapat membahas persiapan penggabungan dua kelompok MPA, yakni MPA Pulau Majang dan MPA Radai Buaya yang sama-sama bernaung dibawah Desa Pulau Majang menjadi MPA Majang Lestari. Rapat yang berlangsung di serambi Kantor Resort Pulau Majang ini juga membahas persiapan simulasi gabungan pemadaman kebakaran hutan menggunakan peralatan damkar bantuan Forest Investment Program 1 (FIP-1) 2017 dari TaNa Bentarum. Kepala Resort Pulau Majang, Irawan, menyampaikan bahwa ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh personil MPA dan masyarakat Desa Pulau Majang menghadapi puncak musim kemarau 2018.