Putussibau, 16 Maret 2018. Penghargaan Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) Award kepada masyarakat yang telah berkontribusi dalam memperjuangkan konservasi dan pelestarian kawasan TNBK maupun TNDS. Pada tahun ini penghargaan ini diberikan kepada Bapak TUCIK dari Tanjung Lokang. Lahir di Nanga Motitik 01 Agustus 1951, anak kedua dari 5 bersaudara ini merupakan tokoh yang merintis kerjasama dengan TNBK…
Semujan, 22 Juli 2023 – Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bekerjasama dengan Fakultasi Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan pengambilan sampel spesimen biologis bagian satwa dari 3 individu Lutung Sentarum (Presbytis chrysomelas ssp.cruciger) di Kaki Bukit Semujan, kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Kegiatan yang merupakan bagian dari Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung Sentarum di TNDS ini adalah untuk memastikan karakteristik DNA dari Lutung Sentarum dengan mengambil sampel spesimen biologis bagian satwa berupa darah, rambut dan kuku. Satwa yang menjadi sampel kegiatan ini terdiri dari 1 individu berjenis kelamin Jantan dan 2 individu berjenis kelamin Betina yang ditangkap menggunakan perangkap tradisional sehingga tidak membahayakan satwa tersebut.
Tim pengambilan sampel ini terdiri dari Tim Balai Besar Tana Bentarum, Tim Peneliti IPB, Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan Yogyakarta (BBPSIK Yogyakarta), BKSDA Kalimantan Barat, Sintang Orangutan Center (SOC), perangkat desa serta masyarakat setempat dengan total personil yang ikut 20 Orang. Pelaksanaan pengambilan sampel dilakukan di kaki Bukit Semujan, wilayah kerja Resort Lupak Mawang, Seksi PTN Wilayah V Selimbau, BPTN Wilayah III Lanjak selama 2 (dua) hari mulai dari tanggal 21 s.d 22 Juli 2023. Satwa yang akan diambil sampel sebelumnya dilakukan pembiusan terlebih dahulu, baru kemudiaan dilakukan pengambilan data morfometri (berat badan, panjang badan, panjang ekor, lingkar dada), pengambilan sampel darah, bulu/rambut dan kuku serta pengambilan foto gigi untuk mengetahui umur satwa. Total sampel yang diambil sebanyak 18 sampel yang akan dibagi 2, dimana setiap bagian dikirim ke Laboratorium Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan Yogyakarta dan Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB. Setelah seluruh rangkaian pengambilan sampel terkumpul, Lutung Sentarum langsung dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
Dr. Ir. Nyoto Santoso, MS selaku Kepala Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata-Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB berharap dengan pengambilan sampel ini bisa mendapatkan data utuh terhadap bioekologi termasuk genetiknya, sehingga data informasi tersebut bisa digunakan oleh pengelola maupun oleh para peneliti Indonesia karena Lutung Sentarum ini merupakan kekayaan sumber daya hayati yang ada di Indonesia. Selanjutnya perwakilan dari TaNa Bentarum yang ikut dalam kegiatan ini, Syarif M. Ridwan menyampaikan bahwa TaNa Bentarum sangat mendukung terhadap Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung Sentarum di TNDS. Harapannya keberadaan spesies yang merupakan temuan baru di TNDS ini dapat menjadi satwa prioritas nasional serta didorong menjadi satwa yang dilindungi undang-undang untuk menjaga kelestariannya”.
Secara terpisah Kepala Balai Besar TNBKDS. Wahju Rudianto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konservasi jenis dan genetik satwa liar di kawasan TN Danau Sentarum. Kedepan kegiatan ini menjadi langkah awal bagi BBTNBKDS untuk menyusun grand design bagi penelitian lutung sentarum dalam skala yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Putussibau, 21 Maret 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bekerjasama dengan Warlami (Perkumpulan Warna Alam Indonesia) menggelar “Workshop dan Menggali Tradisi Mewarnai dengan Bahan Alami (Tenun Ikat Bansa Iban)” di Desa Menua Sadap, Rabu (21/3). Kepala Balai Besar Tana Bentarum yang diwakili oleh Kepala Bidang PTN Wilayah I Mataso, Junaidi mengatakan bahwa potensi kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan daerah penyangga sangat melimpah baik flora maupun faunanya. Salah satunya adalah tanaman pewarna alam. “wilayah sekitar TNBK banyak terdapat tumbuhan pewarna alami termasuk di wilayah Desa Manua Sadap”ujarnya. Lebih lanjut, Djunaidi mengatakan bahwa seminggu yang lalu TaNa Bentarum meresmikan Kebun Etnobotani di Dusun Sadap. Rencananya, kebun tersebut akan ditanami tumbuhan obat, bumbu masak, termasuk tanaman pewarna alam. “adanya kebun Etnobotani maka kebutuhan akan bahan baku tanaman pewarna alam melimpah dan masyarakat mudah untuk memperolehnya” tegasnya.
Putussibau, 14 Maret 2018. Bukan Rimbawan jika tidak menanam pohon. Ungkapan tersebut rasanya tepat sekali digelorakan apalagi jelang peringatan Hari Bakti Rimbawan. Sebagai bagian dari rangkaian Hari bakti Rimbawan 2018, hari ini Rabu (14/3) Balai Besar TaNa Bentarum bersama masyarakat melakukan penanaman sebanyak 625 batang pohon. 75 batang pohon diantaranya dilakukan di halaman rumah dinas Bupati Kabupaten Kapuas Hulu atau biasa di sebut Taman Alun. Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Arief Mahmud menyampaikan bahwa yang dilakukan oleh instansinya merupakan langkah untuk mengkampanyekan kesadaran cinta lingkungan kepada masyarakat sekaligus membantu pemerintah daerah dalam mempercantik Taman Kota.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dan Walikota Surabaya Risma Tri Rismaharini, melakukan pertemuan di Jakarta. Pertemuan duo srikandi inipun mendapat respon positif dari netizen. Tak sedikit yang memberi pujian pada sosok keduanya.
”Ini dua wanita inspirasi bagi kaum wanita. Perempuan yang luar biasa,” tulis akun Gusti Heni Endrawati pada akun medsos facebook Menteri LHK Siti Nurbaya, Rabu (7/3).
”Dua wanita hebat yang dimiliki Indonesia,” tulis akun Iswany Hendri. ”Duo candrakirana zaman now,” tambah akun Darmae Nasir.
Putussibau, 16 Februari 2018. Satuan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Birgdalkarhut), Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TN Bentarum) berhasil memadamkan api di Pulau Majang kawasan TN Danau Sentarum pada Rabu (14/2). Peristiwa kebakaran terjadi di Kawasan TN Danau Sentarum (TNDS) tepatnya di Pulau Suak Bau Desa Pulau Majang yang masuk dalam wilayah kerja Resort Pulau Majang, Seksi PTN Wilayah…
Putussibau, 25 Januari 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) melaksanakan penandatanganan perjanjian kinerja (PK) antara Kepala Balai Besar dengan para Pimpinan Eselon 3. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti perjanjian serupa yang dilakukan antara Kepala Balai Besar TNBKDS dengan Direktur Jenderal KSDAE. Dalam arahannya seusai penandatanganan PK di Kantor BBTNBKDS, Kamis (25/1), Kepala BBTNBKDS, Arief Mahmud…
Embaloh Hulu – Rabu, 18 Januari 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) menggandeng International Tropical Timber Organization (ITTO) untuk melatih warga desa Manua Sadap yang merupakan daerah penyangga TNBKDS untuk memanfaatkan program biogas yang telah ada dengan membuat diversifikasi pangan melalui pembuatan dodol pepaya dan keripik rebung (bambu muda). Mengambil lokasi Dapur Umum Biogas Dusun Sadap, Desa Menua…
Putussibau, 16 Januari 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Sentarum (BBTNBKDS) melalui Bidang Pengelolaan TN Wilayah II Kedamin melakukan berbagai upaya guna mendorong ekonomi masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional salah satunya melalui budidaya ikan Semah (Tor spp). Berlokasi di Desa Bungan Jaya, di Kawasan DAS Kapuas, pengembangan ikan Semah sebagai komoditas unggulan mulai dilakukan. Kepala Bidang PTN…
Putussibau, 16 Januari 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) berkolaborasi dengan Asian Develoipment Bank (ADB) melakukan kajian potensi sosial-ekonomi di Desa Bungan Jaya kawasan TNBK. Kepala Bidang PTN Wilayah II Kedamin mewakili Kepala BBTNBKDS mengungkapkan bahwa secara umum suku yang mendominasi termasuk kedalam rumpun dayak Punan yang aslinya berasal dari wilayah Kalimantan Timur. “Secara umum masyarakat Desa Bungan Jaya didominasi suku Dayak Punan Hovongan dan beberapa suku dayak lain seperti Dayak Bukat, Dayak Belatung,Dayak Howoung, Dayak Kereho, Dayak Kayan, Melayu, dan Cina” tuturnya.
Danau Sentarum, 14 Januari 2018. Masyarakat di Desa Tempurau, Kec. Selimbau Kab. Kapuas Hulu mendesak pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) untuk segera menangkap pelaku ilegal logging yang membuat hubungan baik BBTNBKDS dengan warga merenggang. Hal ini terungkap saat BBTNBKDS melalui Bidang PTN III Lanjak mengadakan sosialisasi tentang TNBKDS di Desa Tempurau dan Semalah pada Kamis, 12/12. Kepala Bidang PTN III Lanjak, Gunawan Budi Hartono mengatakan bahwa warga di dua desa yang mendapatkan sosialisasi ini mendukung upaya dan peranan BBTNBKDS sebagai pengelola kawasan Danau Sentarum. “Masyarakat sangat memahami aturan yang berlaku di TNDS” tegasnya. Lebih lanjut, mantan kepala Seksi PTN III Padua Mendalam ini menyampaikan keinginan masyarakat dua desa tersebut untuk bersama-sama instansi terkait mencari jalan keluar atas segala permasalahan yang terjadi antara warga dan pengelola TNDS. Selama ini masyarakat bergantung pada kawasan TNDS untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. “Masyarakat berharap ada solusi yang bisa dilakukan oleh pihak TNBKDS untuk kegiatan/aktivitas masyarakat di 2 Desa tersebut” jelasnya.