Jongkong, 13 Februari 2024. Setelah penantian selama kurang lebih 1 (satu) tahun, berkah manis dirasakan oleh masyarakat Desa Jongkong Kiri Hilir, Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu. Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) kepada masyarakat Desa Jongkong Kiri Hilir khususnya pada Kelompok Tani Hutan Nelayan (KTHN) Semujan Jaya telah membuahkan hasil.…
Semujan, 22 Juli 2023 – Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bekerjasama dengan Fakultasi Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan pengambilan sampel spesimen biologis bagian satwa dari 3 individu Lutung Sentarum (Presbytis chrysomelas ssp.cruciger) di Kaki Bukit Semujan, kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Kegiatan yang merupakan bagian dari Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung Sentarum di TNDS ini adalah untuk memastikan karakteristik DNA dari Lutung Sentarum dengan mengambil sampel spesimen biologis bagian satwa berupa darah, rambut dan kuku. Satwa yang menjadi sampel kegiatan ini terdiri dari 1 individu berjenis kelamin Jantan dan 2 individu berjenis kelamin Betina yang ditangkap menggunakan perangkap tradisional sehingga tidak membahayakan satwa tersebut.
Tim pengambilan sampel ini terdiri dari Tim Balai Besar Tana Bentarum, Tim Peneliti IPB, Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan Yogyakarta (BBPSIK Yogyakarta), BKSDA Kalimantan Barat, Sintang Orangutan Center (SOC), perangkat desa serta masyarakat setempat dengan total personil yang ikut 20 Orang. Pelaksanaan pengambilan sampel dilakukan di kaki Bukit Semujan, wilayah kerja Resort Lupak Mawang, Seksi PTN Wilayah V Selimbau, BPTN Wilayah III Lanjak selama 2 (dua) hari mulai dari tanggal 21 s.d 22 Juli 2023. Satwa yang akan diambil sampel sebelumnya dilakukan pembiusan terlebih dahulu, baru kemudiaan dilakukan pengambilan data morfometri (berat badan, panjang badan, panjang ekor, lingkar dada), pengambilan sampel darah, bulu/rambut dan kuku serta pengambilan foto gigi untuk mengetahui umur satwa. Total sampel yang diambil sebanyak 18 sampel yang akan dibagi 2, dimana setiap bagian dikirim ke Laboratorium Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan Yogyakarta dan Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB. Setelah seluruh rangkaian pengambilan sampel terkumpul, Lutung Sentarum langsung dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
Dr. Ir. Nyoto Santoso, MS selaku Kepala Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata-Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB berharap dengan pengambilan sampel ini bisa mendapatkan data utuh terhadap bioekologi termasuk genetiknya, sehingga data informasi tersebut bisa digunakan oleh pengelola maupun oleh para peneliti Indonesia karena Lutung Sentarum ini merupakan kekayaan sumber daya hayati yang ada di Indonesia. Selanjutnya perwakilan dari TaNa Bentarum yang ikut dalam kegiatan ini, Syarif M. Ridwan menyampaikan bahwa TaNa Bentarum sangat mendukung terhadap Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung Sentarum di TNDS. Harapannya keberadaan spesies yang merupakan temuan baru di TNDS ini dapat menjadi satwa prioritas nasional serta didorong menjadi satwa yang dilindungi undang-undang untuk menjaga kelestariannya”.
Secara terpisah Kepala Balai Besar TNBKDS. Wahju Rudianto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konservasi jenis dan genetik satwa liar di kawasan TN Danau Sentarum. Kedepan kegiatan ini menjadi langkah awal bagi BBTNBKDS untuk menyusun grand design bagi penelitian lutung sentarum dalam skala yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Putussibau, 7 Februari 2024. Kelahiran 2 (dua) individu bayi Orangutan Kalimantan di Sub DAS Mendalam, wilayah Resort Nanga Hovat, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Padua Mendalam, Taman Nasional Betung Kerihun memberi angin segar bagi konservasi Orangutan di Indonesia. Dua individu Orangutan Kalimantan yang dilaporkan telah melahirkan tersebut bernama Juvi dan Jojo. Keduanya dilepasliarkan pada tahun 2017 di Wilayah Resort…
Putussibau, 25 Januari 2024. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat serta Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) melakukan pelepasliaran 2 Individu Orangutan (Pongo pygmaeus) tahap-13 yang bernama Aming dan Mona di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Pelepasliaran ini merupakan pelepasliaran pertama yang dilakukan di tahun 2024. …
Sub DAS Mendalam, 26 Februari 2024. Tim Monitoring Sintang Orangutan Center (SOC) menjumpai Putri Tanjung, Orangutan Kalimantan yang dilepasliarkan pada tahun 2019 lalu, sedang menggendong bayinya di kawasan Resort Nanga Hovat, Taman Nasional Betung Kerihun. Kelahiran bayi orangutan ini menjadi kado terindah bagi konservasi di Indonesia. Pelepasliaran Orangutan Kalimantan di Sub DAS Mendalam merupakan kerja sama antara Balai Besar Taman Nasional…
Tim Gabungan Melakukan Pengambilan Sampel Ekologis Bagian Satwa untuk Memastikan DNA Lutung Sentarum
Semujan, 22 Juli 2023 – Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bekerjasama dengan Fakultasi Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan pengambilan sampel spesimen biologis bagian satwa dari 3 individu Lutung Sentarum (Presbytis chrysomelas ssp.cruciger) di Kaki Bukit Semujan, kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Kegiatan yang merupakan bagian dari Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung…
Putussibau, 21 Juli 2023 – Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) menyelenggarakan kegiatan Workshop Penyusunan Rencana Pengelolaan Tumbuhan dan Satwa Liar Prioritas di Kawasan TN Betung Kerihun dan TN Danau Sentarum mulai dari tanggal 19 – 21 Juli 2023. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB)-University selama tiga hari ini dilaksanakan dengan penyampaian materi dengan…