Mensiau, 20 Mei 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) memiliki sebuah program demonstration plot (demplot) budidaya jenis bermanfaat yang dilaksanakan di setiap resort, salah satunya demplot akuaponik Resort Sebabai, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Lanjak, Bidang PTN Wilayah I Mataso. Program ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan motivasi masyarakat sekitar kawasan dalam pengembangan mata pencaharian saat menghadapi pandemi COVID-19.
Semujan, 22 Juli 2023 – Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bekerjasama dengan Fakultasi Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan pengambilan sampel spesimen biologis bagian satwa dari 3 individu Lutung Sentarum (Presbytis chrysomelas ssp.cruciger) di Kaki Bukit Semujan, kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Kegiatan yang merupakan bagian dari Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung Sentarum di TNDS ini adalah untuk memastikan karakteristik DNA dari Lutung Sentarum dengan mengambil sampel spesimen biologis bagian satwa berupa darah, rambut dan kuku. Satwa yang menjadi sampel kegiatan ini terdiri dari 1 individu berjenis kelamin Jantan dan 2 individu berjenis kelamin Betina yang ditangkap menggunakan perangkap tradisional sehingga tidak membahayakan satwa tersebut.
Tim pengambilan sampel ini terdiri dari Tim Balai Besar Tana Bentarum, Tim Peneliti IPB, Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan Yogyakarta (BBPSIK Yogyakarta), BKSDA Kalimantan Barat, Sintang Orangutan Center (SOC), perangkat desa serta masyarakat setempat dengan total personil yang ikut 20 Orang. Pelaksanaan pengambilan sampel dilakukan di kaki Bukit Semujan, wilayah kerja Resort Lupak Mawang, Seksi PTN Wilayah V Selimbau, BPTN Wilayah III Lanjak selama 2 (dua) hari mulai dari tanggal 21 s.d 22 Juli 2023. Satwa yang akan diambil sampel sebelumnya dilakukan pembiusan terlebih dahulu, baru kemudiaan dilakukan pengambilan data morfometri (berat badan, panjang badan, panjang ekor, lingkar dada), pengambilan sampel darah, bulu/rambut dan kuku serta pengambilan foto gigi untuk mengetahui umur satwa. Total sampel yang diambil sebanyak 18 sampel yang akan dibagi 2, dimana setiap bagian dikirim ke Laboratorium Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan Yogyakarta dan Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB. Setelah seluruh rangkaian pengambilan sampel terkumpul, Lutung Sentarum langsung dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
Dr. Ir. Nyoto Santoso, MS selaku Kepala Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata-Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB berharap dengan pengambilan sampel ini bisa mendapatkan data utuh terhadap bioekologi termasuk genetiknya, sehingga data informasi tersebut bisa digunakan oleh pengelola maupun oleh para peneliti Indonesia karena Lutung Sentarum ini merupakan kekayaan sumber daya hayati yang ada di Indonesia. Selanjutnya perwakilan dari TaNa Bentarum yang ikut dalam kegiatan ini, Syarif M. Ridwan menyampaikan bahwa TaNa Bentarum sangat mendukung terhadap Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung Sentarum di TNDS. Harapannya keberadaan spesies yang merupakan temuan baru di TNDS ini dapat menjadi satwa prioritas nasional serta didorong menjadi satwa yang dilindungi undang-undang untuk menjaga kelestariannya”.
Secara terpisah Kepala Balai Besar TNBKDS. Wahju Rudianto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konservasi jenis dan genetik satwa liar di kawasan TN Danau Sentarum. Kedepan kegiatan ini menjadi langkah awal bagi BBTNBKDS untuk menyusun grand design bagi penelitian lutung sentarum dalam skala yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Putussibau, 19 Mei 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) kembali melakukan fasilitasi peningkatan kapasitas bagi Penyuluh Kehutanan se-Indonesia dengan mengadakan ‘Kuliah On Line’ yang bertemakan “Bagaimana Penyuluh Kehutanan Eksis dan Berkarya Di Saat Pandemi Covid -19”.
Mataso, 20 Mei 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) memiliki program pembangunan dempot yang dilaksanakan pada semua resort. Demplot yang dikembangkan di Resort Sadap, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lanjak berupa budidaya lebah kelulut (Trigona sp.) dan sayuran.
Putussibau, 18 Mei 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) gelar Bimtek dan Diskusi On Line Penyusunan Dupak dan Pola Karir Bagi Penyuluh Kehutanan melalui aplikasi Zoom. Kegiatan diikuti seluruh Penyuluh Kehutanan se-Indonesia dengan total peserta sebanyak 362 orang, berasal dari 62 UPT Ditjen KSDAE, 4 UPT Ditjen PPI, Pusluh BP2SDM, Direktorat Kawasan Konservasi dan 4 UPT BDLHK.
Putussibau, 14 Mei 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) gelar zoom meeting dalam rangka persiapan kegiatan Pemulihan Ekosistem (PE) dan Assisted Natural Regeneration (ANR) pada 14 Mei 2020 silam. Virtual meeting dipimpin langsung Kepala Balai Besar, Ir. Arief Mahmud M.Si dengan melibatkan petugas di lingkup Bidang Teknis Konservasi dan Bidang Wilayah Pengelolaan Taman Nasional.

Pontianak, 15 Mei 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) melakukan koordinasi bersama Gubernur, Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkenalkan produk madu hutan Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS) dari kawasan Taman Nasional Danau Sentarum.
Putussibau, 15 Mei 2020. Pandemi COVID-19 yang saat ini melanda Indonesia telah memunculkan beberapa kebijakan dari pemerintah pusat untuk memutus rantai penyebarannya, salah satunya dengan menerapkan social distancing dan physical distacting. Wujud penerapan di internal pemerintahan yaitu dengan memberlakukan Work From Home (Bekerja dari Rumah) oleh beberapa instansi pemerintahan, termasuk di lingkup Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum).
Mataso, 14 Mei 2020. Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak global yang serius pada hampir semua sektor kehidupan termasuk ekonomi. Tidak hanya dirasakan di daerah perkotaan yang padat penduduk, tetapi juga daerah pedesaan. Bahan-bahan pangan seperti beras, sayur, dan lauk-pauk semakin sulit didapatkan karena adanya pembatasan akses yang diterapkan dan menyebabkan kesulitan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-sehari. Melihat kondisi tersebut,…

Putussibau, 13 Mei 2020. Tim Bidang Teknis Konservasi Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) dengan personil Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Lanjak melakukan monitoring fungsi untuk mendukung rencana evaluasi zonasi pengelolaan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Fokus lokasi kegiatan terbagai dalam 4 wilayah, dimana wilayah Resort Lupak Mawang, Resort Semangit, Resort Sepandan dan Resort Pulau Majang menjadi skala prioritas kegiatan. Target prioritas ini didasarkan atas adanya data dan informasi dari para pemangku kawasan di tingkat tapak, dimana seiring waktu telah terjadinya beberapa perubahan dalam zona pengelolaan di wilayah kerjanya.

Putussibau, 11 Mei 2020. Konservasi Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) menjadi prioritas meski Indonesia saat ini sedang dilanda Pandemi Covid-19. Dalam kondisi tersebut Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) memprakarsai grand design pengelolaan satwa liar Langur Borneo (Presbytis chrysomelas ssp. cruciger) yang terancam punah.